Sunday, June 24, 2012

Kebutuhan Utama Penulis

Sulit menjabarkan yang dimaksud di sini adalah bukan sebatas kesulitan membuat kalimat pembuka tapi kesulitan menyelesaikan artikel itu hingga tuntas. Kadang ide sudah ada, penulis masih bingung, apa yang mesti dilakukan dengan ide itu karena begitu 'gelap' untuk menjabarkannya.

Di antara penyebab dari kemandegan ini adalah:
a. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas
b. Kurang referensi
c. Tidak jelas kerangka kerangannya (kerangka pemikirannya)
d. Belum terbiasa membuat artikel
Untuk lebih jelas mengenai empat masalah tersebut, berikut kami bahas satu persatu:
a. Penulis tidak menguasai masalah atau materi yang dibahas
 
Kebanyakan penulis pemula merasa optimis bisa membahas bahasan yang idenya baru saja ditemukan, tidak mempertimbangkan apakah dia mampu atau tidak menjabarkan ide itu. Misalnya, ide yang didapat dalam bidang politik, padahal dia sendiri hanya berlatar belakang matematika, seni atau lainnya yang tidak ada kaitannya dengan politik, jelas sulit. Sekalipun boleh-boleh saja selama mampu, tapi bagi penulis pemula biasanya bingung sendiri. Penulis yang memaksakan diri membahas suatu bahasan tanpa menguasai materi tersebut bisa prustasi.

Untuk itu kami sarankan agar membahas suatu ide yang memang layak Anda bahas atau sesuai dengan latar belakang pendidikan Anda. Membahas suatu ide yang materinya sesuai dengan latar belakang sendiri akan sangat mengasyikkan, selain itu nantinya kredebilitas penulis akan sangat diakui media. (Lihat bab I tentang Fokus pada Spesialisasi Ilmu yang Dimiliki)

b. Kurang referensi
Referensi, baik buku-buku atau media lainnya sangat menunjang dalam pembahasan suatu artikel. Sekalipun artikel yang dibuat sesuai latar belakang pendidikan Anda, namun tidak ada salahnya sebelum Anda membuat artikel, persiapkan dulu referensi atau rujukan yang mendukung pada artikel yang akan dibuat.

c. Tidak jelas kerangka karangannya
Bagi penulis pemula, sekalipun ide yang dibahas sesuai dengan profesi atau latar belakang pendidikannya dan referensinya juga cukup, tapi kadang masih ada kendala menjabarkan bahasannya. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian pada kerangka karangan. Kerangka karangan dalam setiap tulisan atau karangan tetap diperlukan.

Kerangka karangan untuk artikel cukup secara garis besar saja yaitu rangkaian masalah yang akan dijabarkan dalam artikel, tidak mesti terlalu mendetail, cukup pokok pikirannya saja.

d. Belum terbiasa membuat artikel
Jika tiga masalah di atas bukan kendala lagi, tapi masih kesulitan menyusun kata atau kalimat, bisa jadi disebabkan belum terbiasa membuat artikel. Disarankan, sekalipun sulit tapi usahakan terus berjalan, nanti pun Anda akan terbiasa menulis dengan mudah.

Masalah Awal (Kesulitan Menentukan Judul)

Kesulitan Membuat Judul
Berdasarkan pengamatan selama bertahun-tahun, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membuat judul mencakup penentuan dan penyusunan kalimat judul itu sendiri. Penulis pemula kadang tidak tahu, judul apa yang layak untuk artikelnya. Tak jarang pula, ide judul ada atau arah penentuan judul sudah ada, namun sulit untuk memilih kata atau kalimat yang pas untuk judul artikelnya.

Judul dalam sebuah artikel ibarat kepala yang menopang alur kehidupan. Tanpa judul, sebuah artikel ibarat seseorang tanpa kepala. Namun untuk membuat judul yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah, diperlukan latihan dan menimba pengalaman lebih dalam.

Judul harus singkat, padat, menarik dan menggambarkan isi bahasan. Untuk membuat judul yang baik, terlebih dahulu Anda harus memahami tema yang akan dibahas.
         
Penulis profesional biasanya sudah bisa menggambarkan kemana arah artikelnya sehingga sebelum artikel itu dibuat ia sudah memiliki gambaran mengenai judul yang baik.

Tahap selanjutnya si penulis mesti bisa memilih kalimat atau kata yang tepat dan menarik. Nah, memilih kata atau kalimat yang menarik ini biasanya menjadi problema tersendiri. Tidak semua penulis langsung bisa memilih kata yang tepat. Untuk itu, dalam pembuatan judul penulis terbagi dua; ada yang membuat judul sebelum artikel dibuat dan ada juga yang membuat judul setelah artikel itu rampung. Dalam hal ini tidak ada aturan baku. Boleh membuat judul sebelum atau sesudah artikel dibuat. Namun sebaiknya agar berusaha membuat judul sebelum artikel dibuat karena terkadang dengan adanya judul, motivasi menyelesaikan bahasan cukup tinggi dan tingkat konsentrasi pun lebih tinggi.

Sekalipun pandai memilih kata atau kalimat, namun biasanya seorang penulis tidak langsung bisa menentukan satu judul. Biasanya ada bebarapa judul sebagai alternatif. Untuk itu jika ada bebarapa judul untuk suatu artikel, maka tuliskan saja dulu, kemudian pilih mana yang terbaik dan lebih menarik.

Judul harus pendek maksudnya ringkas dan tidak bertele-tele. Sekalipun demikian yang terpenting judul bisa menggambarkan isi bahasan. Artinya dalam keadaan terpaksa boleh saja seorang penulis membuat judul agak panjang. Namun sebaiknya usahakan judul tidak lebih dari lima kata.

Makna bahwa judul harus menarik bukan berarti "ekstrim" melainkan mampu menarik pembaca bahwa isi artikel itu bagus. Terutama untuk artikel ilmiah, seorang penulis harus jujur dalam membuat judul. Jangan memperkosa isi bahasan hanya karena ingin tulisannya dibaca. Maksud ekstrim adalah keluar dari maksud sesungguhnya. Contoh: Hotel Internasional di Teluk Banten. Judul ini tidak mengisahkan sebuah hotel melainkan sebuah gua yang ada di teluk Banten tempat singgah burung dari negara lain.
Selain itu, judul tidak boleh berisi fitnahan, hasutan, dan terkesan emosional. Jika Anda masih juga kesulitan membuat judul, sebaiknya sering mengamati judul yang diterbitkan media massa atau konsultasi langsung dengan para penulis profesional.

Masalah Penulis Pemula

Kesulitan Membuat Lead

Sulit memulai adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan para penulis. Hal ini tidak terbatas pada penulis pemula, tapi penulis profesional pun mengeluhkan masalah ini. Bahkan jika dikalkulasikan dari semua masalah jusnalistik, masalah ini memiliki prosentase tertinggi sebagai masalah yang paling populer.

Tak kurang Satryagraha Hoerip, cerpenis ternama, sebagaimana dikutip Faruk dalam epilog kumpulan cerpen KOMPAS (1996) mengakui, "Anehnya, sekarang ini saya bahkan ingat bahwa yang senantiasa sulit bagi saya ialah justru bagaimana memulai. Kata-kata atau kalimat pembuka itulah agaknya yang selalu membuat saya gelisah, mencoba dan mencoba. Bagaimanakah setidaknya menurut saya sendiri, mendapatkan pembukaan yang enak, baik pembukaan yang mencekam atau sekedar mengasyikkan pembaca.
         
Dalam artikel nonfiksi, kalimat pembuka ini disebut lead. Baik pembuka karangan dalam artikel fiksi atau lead dalam artikel nonfiksi, keduanya mendapatkan kesulitan yang sama. Kadang seorang penulis profesional menyarankan agar tulis saja apa yang ada dalam pikiran saat itu, nanti juga akan menemukan korelasi dengan bahasan yang sedang dibahas asal jangan terlalu jauh melenceng dari judul atau topik yang dibahas. Setelah itu, nanti bisa dilihat mana kalimat yang tidak layak dan harus dipangkas serta mana yang harus dipertahankan.

Khusus untuk artikel nonfiksi, Slamet Raharjo (1997) memberikan alternatif terbaik untuk mempermudah kalimat pembuka ini, yaitu :

a. Ringkasan
Pendahuluan berbentuk ringkasan nyata-nyata mengemukakan topik dan pokok isi tulisan secara garis besar. Tujuannya memberi gambaran kepada calon pembaca yang akan disajikan dalam tulisan itu nanti. Kalau ringkasan ini ditulis begitu saja, biasanya terasa kering dan tidak menarik. Tetapi kalau memulainya dengan sudut pendang paling menarik, maka ringkasan sebagai lead biasanya akan diperhatikan, lalu dibaca. Ada lima cara untuk memulai ringkasan, tergantung pada kapan-nya, dimana-nya, mengapa-nya, ataukah bagaimana-nya?

Kalau yang menarik itu apa-nya, maka yang ini yang dijadikan lead. (What lead). Misalnya :
Membuat lengkeng berbuah di dataran rendah tidak mudah. Apalagi Lubang Buaya, Jakarta yang panas hawanya. Namun dengan menggelangi batang, Soenandar berhasil membuahkan lengkengnya untuk pertama kali dalam sejarah perkembangan. Kalau yang menarik itu dimana-nya, maka leadnya diubah sebagai berikut : Di Lubang Buaya, Jakarta yang panas hawanya, pohon lengkeng yang biasanya hanya mau berbuah di daerah sejuk itu ternyata bisa disuruh berbuah. Bagaimana caranya?

b. Pernyataan yang menonjol
Lead ini kadang-kadang disebut punch lead (pendahuluan kejutan). Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. Ia memang bermaksud membuat pembaca kagum. Misalnya: Luar biasa! Hans Westernberg, dari Binjai, Tebingtinggi, panen singkong 70 ton tiap hektar tiap musim. Keberhasilannya mengantarnya ke Filiphina untuk menerima hadiah Magsaysay tahun 1972.

c. Pelukisan
Pendahuluan yang melukiskan fakta, kejadian atau hal, dengan kata-kata yang jernih, sering kali menggugah minat baca karena mengajak pembaca membayangkan bersama penulis, apa-apa yang diceritakan itu. Kadang-kadang cara melukiskan kejadian itu begitu bagus, sampai lead ini disebut lead sastra. Misalnya:

Dari jauh saja sudah mempesona, pohon dadap Erythrina variegata itu, dengan batangnya abu-abu dan bunga merah merona tersebar rata dipuncaknya. Seperti Buket raksasa saja pesta agung di istana Rahwana Raja. Dan latar belakangnya biru lazuardi ... Ah! Baiknya Anda melihat sendiri, pohon dadap itu kalau sedang berbunga.

d. Anekdot/Dongeng/Sejarah
Pendahuluan bersisi anekdot, sering menawan juga karena membuat tulisan nonfiksi seolah-olah menjadi fiksi. Anekdot (kisah pendek tentang kejadian penting yang menarik karena aneh atau lucunya) biasanya memang benar-benar terjadi, sekalipun sering dibumbui tambahan fiktif. Meskipun kebanyakan subyektif, namun ia menggambarkan beberapa pokok obyektif tertentu yang dapat dipakai penulis sebagai titik awal pembicaraan yang berhubungan dengan pokok bahasan. Misalnya: Ketika pangeran Djajadiningrat dari Banten masih berumur balita dan akan diberi nama dulu, nama-nama pemberian neneknya dan para sesepuh yang lain ditulis pada secarik kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam batok kelapa jenggi. Ibunya kemudian mengambil salah satu kertas yang tergulung dalam batok itu. Setelah kertas pilihannya dibuka, ternyata bertuliskan nama Achmad. "Karena itu, Achmad-lah, nama saya." Demikian Pangeran Arya Achmad Djajadiningrat, menuturkan asal usul namanya.

e. Pertanyaan
Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan lead yang bagus, untuk memulai tulisan. Ia menggugah pembaca dan menolongnya agar mulai berpikir aktif. Misalnya: Anda pernah mendengar istilah Dutch Wife? Belum, tentunya. Itu bukan istri Belanda. Awalan dutch (yang selain Belanda juga berarti fancy), menuju ke arah pengertian "semu". Namun Dutch wife tidak bisa buru-buru ditafsirkan sebagai istri semu (atau gadungan). Ia hanya berarti guling.

f. Kutipan orang lain/Kitab Suci/Petuah
Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya yang memang terkenal sudah "mempunyai nama"), dapat langsung menyentuh rasa pembaca dan sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. Misalnya: Rasulullah saw. bersabda: "Ilmu itu adalah ruh Islam dan tiangnya iman. Barangsiapa yang mengajarkan ilmu, maka Allah akan menyempurnakan pahala baginya. Dan barangsiapa yang mempelajari ilmu lalu mengamalkannya, maka Allah akan mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya."(HR. Abu Syeikh).

g. Amanat langsung
Pendahuluan berbentuk amanat (atau pesan) langsung kepada pembaca, sudah tentu lebih akrab rasanya, karena pembaca perorangan. Penulis lebih banyak memakai kata "kita" dan "Anda" dalam tulisannya. Misalnya: Anda sudah pernah menikmati kelezatan mangga manalagi? Inilah cara-cara bertanam agar menghasilkan buah yang lezat.

Masalah Awal (Kesulitan Menentuka Tema)


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/45/IDE_Official_Logo.png
Kesulitan Mentukan Tema

Tema dalam karang-mengarang adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Adapun dalam tulis-menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema bisa berarti juga gagasan utama. Dalam berbagai kamus kontemporer, tema diartikan sebagai dasar isi cerita, amanat cerita, persoalan, atau buah pikiran yang diuraikan dalam karangan.

Tema tulisan sangat menentukan arah tulisan atau tujuan dari tulisan tersebut. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarnya yang akan dibahas atau diuraikan oleh penulis. Pentingnya posisi tema, sehingga ada sebagian penulis yang mengatakan bahwa menemukan tema sama halya telah merampungkan tulisan.

Dalam sayembara penulisan, ketaatan pada tema dipakai sebagai patokan penilaian secara obyektif. betapapun bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. Sehingga jika ada dua tulisan yang sama bagus, maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah tulisan yang paling taat pada tema.

Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang. Tema harus dibedakan dari motif, subyek atau topik. Tema dipergunakan untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu subyek, motif atau topik.
Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari hal-hal yang imperatif. Tema bukanlah suatu firman, suatu moral, suatu petunjuk mengenai cara hidup, atau apa saja yang harus dilakukan. Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia, suatu observasi, suatu keputusan, suatu pengumuman.

Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul. Mentukan tema harus jelas, singkat dan padat. Menentukan tema tidak cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa" (yang dimaksud dengan) tema itu, tapi perlu juga mencari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah ditemukan itu terjadi atau dilakukan).

Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. Apa sale kesemek itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya, di mana diperoleh, di mana ditanam, kapan musim buah kesemek. Begitu seterusnya. Penelaahan itu bisa menjalar ke mana-mana. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan "apa" dan "bagaimana", tema yang hendak ditelaah sudah mulai jelas. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian atau harus dilakukan demikian?).

Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat sehingga menimbulkan salah tafsir. Kalau seseorang menulis tentang sukses Bimas (bimbingan massal), ayam misalnya, padahal yang harus disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan hasil telur ayam melalui Bimas", maka penulis itu salah tafsir. Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa saja yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara intensif dan massal, melalui Bimas.

Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema, karena ia merasa karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru lebih alamiah bagusnya, daripada karya tulis yang dipaksa patuh pada tema. itu memang bisa dan biasa terjadi. Tapi lebih bagus lagi jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki semula. Menyimpang sedikit tidak apa, tapi kalau menyimpang terlalu banyak, tulisan tidak mencapai sasaran.

Dalam menelaah tema, penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap. Kalau dipaksa digarap juga, hasilnya terlalu lebar sampai tidak mungkin mendalam. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. Untuk itu tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit, tapi konkret. Tidak luas sampai abstrak.

Masalah Awal (Kesulitan Mendapat Ide)

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/45/IDE_Official_Logo.png 
Kesulitan Mendapatkan Ide
Diakui, ide atau inspirasi ini adalah modal awal seorang penulis dalam membuat artikel. Ide dianggap langkah penting pertama sebelum menuju langkah berikutnya. Ide yang baik ditunjang dengan pemahaman masalah dan penjabarannya yang baik akan menghasilkan artikel yang berkualitas. Intinya, sebuah artikel akan sulit dan tidak mungkin terwujud jika sebelumnya tidak ada ide.

Inspirasi berarti sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita. Munculnya inpsirasi ini kadang erat kaitannya dengan pengalaman panca indera dalam menangkap respon tertentu yang dialami saat itu. Inspirasi ini nantinya mengarahkan penulis untuk menulis jenis karangan, baik artikel, cerpen atau puisi. Pemilihan jenis karangan ketika muncul inspirasi tergantung minat penulis saat itu.

Mengingat inspirasi munculnya tiba-tiba, maka para penulis profesional umumnya menyarankan kepada penulis pemula untuk senantiasa membawa buku
         
catatan kecil khusus untuk menuliskan inspirasi ini. Semakin banyak inspirasi yang ditulis dalam catatan kita, maka akan semakin banyak pilihan dalam penulisan artikel nantinya.

Guna mendapatkan inspirasi, sebaiknya carilah kesibukan, seperti membaca, berjalan-jalan, atau bertukar pikiran. Inspirasi bagi seorang pengarang berpengalaman punya arti yang sangat berharga. Inspirasi yang mengalir walaupun hanya sebuah kalimat pendek, dapat dijadikan sebuah artikel atau cerita pendek yang dibumbui dengan catatan atau pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.

Kemampuan mengembangkan inspirasi atau ide, merupakan suatu keahlian atau pengalaman yang terlatih. Pengarang yang sudah terlatih, disiplin, dan tekun, tidak pernah mendapat kesulitan dalam mengembangkan inspirasinya. Pengarang seperti ini tidak pernah kehabisan bahan tulisan, dia berkarya tidak selalu menanti inspirasi datang, tetapi berkarya terus dan dalam berkarya itulah inspirasinya turun dan hinggap di kepalanya.

Thomas Alfa Edison mengatakan, "Genius itu; 1% inspirasi, dan 99% cucuran keringat," dari sini semakin jelas, bahwa kecerdasan atau kesanggupan berpikir itu, inspirasinya hanya 1% saja, sedangkan cucuran keringat atau kerja/usaha 99%. Dalam mengarang pun diperlukan kerja keras, memeras otak, atau apa yang dikatakan Edison "cucuran keringat". Namun sekalipun inspirasi itu hanya 1% tapi cukup vital.

Inspirasi yang 1% itulah yang dikembangkan dengan kemampuan yang ada untuk bisa berkembang sampai 100%. Dalam usaha pengembangannya, seorang pengarang memerlukan modal atau pengetahuan "kemahiran berbahasa" Indonesia yang baik dan benar. Dalam kemahiran berbahasa inilah terletaknya "seni mengarang" yang ditunjang oleh disiplin yang ketat dalam berlatih.

Friday, June 22, 2012

Download Kumpulan Favicon Blog Unik

Kumpulan faviconMalam sobat saya vian tim dari bigbogbag akan memberi penjelasan Favicon adalah icon-icon yang biasanya tampil pada address bar sebuah website. Dalam postingan sebelumnya bigbogbag telah membahas tentang cara mengganti address bar atau favicon di blogger. Supaya tidak repot-repot membuat favicon, berikut ini beberapa kumpulan favicon:

Icon
URL
smiley toys https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYmT5z39XOXqclAraOoH4n2LReVeejCEF6-NUNw8aP1teeJk9qcfNKeHnz8TJAhy37y2KVbdfg1eFUtAfgBsdSbNsA7UqvHG2ufojbKOTE5UpQD8HBwGl9WPf6vaV2ARL5bAYodJRttFQU/s1600-h/smileytoys4.png
tweetle_bandit icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDzoAoLppjeyawNi2MBhWtFiyzLDKEL34o6jxMBaM4frnJsf-GgZlnhIm_bbI9gsMhH7XqRURRAyA2bC4ZPpSwxcG8Iz7PhpDN8NWTBm9XbXme7BfopQ6L91sCfY4AUBIlLWwfr_kX9HaA/s1600-h/tweetle_banditicon4.png
devil smiley https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmwXT3wQoVb_jH09D03KnKNCPK6Fs3r-vlhsMb9A43JsQzubhyphenhyphenpTdZSeLLzv9uCEkpYrDRtKVlHfEpRBvNN5Y_0DFIy2vZfIY6DF8RbkLregRoT7fvpgbfRLONXosjA5oQDAVW9mGeMMWE/s1600-h/devilsmiley4.png
twitte icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpKMiVi3wTIm5C5f_BFKFgkkb6MYHcXqIc6G1QEG7AJb0z7_HOTlcuXru7KsAWbD7Ah8mLoIoskvbxQr9IbvwdJ_f6XpvF93HZx0QFPISv7FU5xVuure4-x1WcXcmQw6mS-tqDB7kfi6We/
facebook icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_MJ93spTW5DI7uZjXX7ppzq1HX-2Ga476H3ypBAU0bDsvuiWecwibJw_UWuAH-_z8-HQiT4weuQZCUR1fhivqGuB2OcP7O2nS9L3T8rFwLyyQjEZY29LxL-1qJcOolYJEPovzzRmviaoE/s1600-h/facebookicon4.png
rock icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiNeXBxIqf5ww0r4z-akYHt8q6bFjBWXNIxbtOOglmt-coUTPaTyRJE-vzsPeoVtgwnYMTuTr_bxIxko0XsYUf2w-UpnxekwI7LPiOVqHZAou-Q-Is1_4hxGPg30bjfJxuNxPO99LA5att/
Indonesia icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir3LGaYyJ6q8wFI5zMB1jQBWf03UVVwpYkJbv7SgoysioIUVypvQgmG5rhvk8gnMXruXwXCSVWYXJJaVlqz3g_fvYk8bBTGXbspUHSaqrgdH94qgmS-wPmsTpdHUeUMrNsciNvncIFXDS7/s1600-h/Indonesiaicon4.png
google icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1ayqgwvv4cIUW_eCsN7dD84nK9kz4JMIO206AQjKvu5YJ9a-yvyqgBEWTXZpsKmQ_FE2AUmAtfzlXwEeLMo_R-SYbL29AvhgxouMWWieDqVTB-HNysozSlviTVQZTSiTE6SHe2MlMrvuw/s1600-h/googleicon4.png
rocket icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgN0o3CnyK3NuMesgW0KwbfjDwaGPDWNP9R_37lq24IKOcnsEQveFHb26RybTtecg9t-IYVddDc9blCa7WeyYv-R-54iWbmitziqqzKQFnROp8I2z05G8faub5uamd5pB-ojWgeFXYp-DLv/s1600-h/rocketicon4.png
Burn fire icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIkEpgKadiXSJj_mzHVBNDE6Yyv5ClCuK1g1jg9mmBGB5WLLtu6G7H1zBdTiL35nZ8-evxMISekmBRemOx5jHJzfxBt0hBmXkm9HmNLMc9AF9jVMvF4NLsHuiGvm_LBmxeTLHX4zz1LMVg/s1600-h/Burnfireicon4.png
love smiley https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheIoyF-cUiqLlZYV3w-6IazwON9vnxdE8uTQqB-z-Q7sPh3uLZzJTrK1l0cRNDiwKwPw2TKyO0DdqZCUT7iT1SRHDDkl2A80imUxbaJuVNRvaAxCotNVle1HVLuwG8ghOONA3VLk-kMrLl/s1600-h/lovesmiley4.png
guitar icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcpzEnhJSs-oCZYcCinqH5e2KTgmE3gLUyCE6GBrcciFjTWOjTvzkPhNCnlrN4UnLjggZkN5xHQXuaWW2QPrjEHzZ9lDUrhlwSDIDMK6B_eTfogx-9ieB8_T6AcdduUuWgYr6XSYf1Yeop/s1600-h/guitaricon4.png
myspace icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAORCQ_8mqwgb_1BkfB3UdkcGnWMf2V6ALsZ62aa6kORiwuo46YYSiWn38tCSIhI5JrMWdhSo3YUhe6pNvADngjjgq4w_fhKym6VICk2yaa3hyHQAUpDEnQNdBrS_Hl6nVyzInw_fEcrL-/s1600-h/myspaceicon4.png
phone icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheN2jDZIbhHqG-LT2eeVNqDfy0TSrcR_uEG4slylV3Uw8UbvI3qJl-0sEnhlLRFbSzJXPVIsXs27VnPVvrk3PvB_xb_dUqtZ031yEFbLG27Gj3K8YdIzOXhGu85PucJmYMLxv8BqK4dBOo/s1600-h/phoneicon4.png
smiley sad https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUL4er0BPPfBdc_3Y121yh5fkRATTEX3uiiIFrmFuPTrNEFVvezYhSKvPOfdEnf0g4oVkQG4D5zok69hHMoX9wKKukGbJueebed6JQHtEN8NTZ-FWdZ3d89XVgxXvVd-5agUlmOIXAB3Zd/
flower icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE8Q0cX5Ltmdy-mJpfh_WnmCUYDOWPRjD_h6usYIl5k_0M1PcX-AvCJl-RByavdjM9k9vEukFYLjvP_9WS4A-mAD9hPkOb5O71bDumnwRtvIH7cDip3PSo7LW006Zm4FbTvuNNWUuGgMnu/s1600-h/flowericon4.png
smiley https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpfsyg9lf1WgvNFL5yViCbvewl4p37K0n2ny6F2ktboeqtMsSHLC1UV-qXxmcvzCyxGvkWmvzCSiEwjlpvG5WJSxfQWh3Zd-l2I1aYd73m3TShF0URAAYXS_dpQTzMddLaSpgfG6mTCYsX/
firefox icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjc9uUN1AAd8TvyRPkqO5i3aWsIpm8P5jlYQWhPCykMri0erbeiDPdmXW_hrWaQdN3yNBWDShEWBInLa7hwzUxtusNMzAGX5vAs4XUB3RJAdMX3AaeObJEBpbFiCjvctLVjCo6aijfcWPqu/
blogger black icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4x17y25tVt2hwPD6VIBqFnOadskOHt6j9OMcuTQAG4p_wMnEEmL_ZTCFPsMF09RMeZsICXM-aU1MkQFMtJP_hHTozcaefbBl1sm8L0yyoCZ7vbat8C7zaR3H9T68p3hdE8ew_iQOOJ0ml/s1600-h/bloggerblackicon4.png
Soccer icon https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ1Kz4QQda7eURKql4oTTfL6fauCX9rdmhFsgx2GGdM_eNe6lKwqN8K9xGcx_YbK2Hoa-xQpHvXrtDA23ZePGp3nfFSvhNG8RiLOIGtORkczFMhFKOkXIMUF-JZd7L3S6kSaS8d5D4QlM9/s1600-h/Soccericon4.png

Semoga Bermanfaat