Friday, June 21, 2013

Potongan Kanvas Hitam Kampus Madura


Bukit impian dan kembang kertas yang diberikan media tentang proses perkuliahan atau “ngampus”. Menjadikan khayalan dan banyangan mahasiswa baru dan orang-orang yang ingin kuliah menjadi terlalu menjadi-jadi, mereka membrutalkan pikiran tentang betapa absurdnya perkuliahan dan mendewakan keinginan untuk jadi mahasiswa khusunya di Universitas Trunojoyo Madura. Masa-masa awal perkuliahan adalah masa-masa kembang kertas yang selalu membukit-mbukit tapi kalau menurut beberapa mahasiswa yang kami survei pada (18/06/13). Bahwa kebanyakan mahasiswa baru yang sedang melakukan daftar ulang di gedung cakra hanya sekedar “bangga kalau dipanggil mahasiswa”.

Sesungguhnya perasaan yang penuh dengan semangat yang berkobar-kobar selalu menghiasi proses awal-awal perkuliahan. Tetapi yang pada ujungnya akan menjadi sorotan kami adalah mengenai masalah tentang proses perkuliahan yang selalu dibumbui mengenai permasalahan yang cenderung itu-itu saja, tetap setiap tahun dan selalu menyelimutu perkuliahan. Dan itu kami sebut dengan “Masalah Klasik Perkuliahan” terutama di utm yang berada di pinggiran madura dan mempunyai banyak mahasiswa yang berasal dari luar Madura.

Seiring dengan adanya kebijakan-kebijakan baru di UTM dan beberapa perubahan sistem dengan dahli memperbarui dan mengembangkan kampus melalui perubahan-demi perubahan yang dilakukan dalam birokrasi kampus. Dalam proses pembentukan kebijakan yang berhubungan dengan banyak orang atau banyak publik khusunya publik mahasiswa yang berada dalam lingkungan mahasiswa. Terkadang terdapat kubu yang pro dan kontra. Dalam hal ini mengenai apa yang disebut dengan kebijakan dan peraturan dalam birokrasi kampus. Dalam kampus ada beberapa kebijakan bisanya mengenai akademik, organisasi, dana, pembangunan, dan lainya. Dalam kebijakan akademik mengenai jadwal kuliah, ujian, dan lainya. Mengenai kebijakan organisasi yang menyangkut kegiatan mahasiswa beasiswa mahasiswa berprestasi dan UKM-UKM. Dan pembangunan master plan UTM, penataan ruagan, pembagian gedung dan lain sebagainya adalah sebuah hal yang sangat sulit dilakukan atau dalam mengaturnya agar sesuai dengan semuanya.

Permasalahan atau ketidak sesuaian, atau kesalahan-kesalah yang terlalu sering terjadi dalam beberapa hal tersebuat. Terkadang membuat keruagian kepada mahasiswa baik langsung maupun tidak langsung atau sadar-maupun tidak sadar. Beberapa tahun terakhir yang selalu terjadi dan menghasilkan kerugian yang besar baik kepada mahasiswa dan lingkungan kampus dan terus-terusan terjadi yaitu :

·         Kurang transparanya birokrasi, sistem, permasalah yang terjadi dan sosialisasi kampus mengenai suatu hal. (beda dengan sebuah acara, yang selalu tak pernah telat dalam di informasikan oleh pihak kampus)

·         Pengawasan dan pengontrolan pembangunan yang tak maksimal bahkan tuntas, dan itu malah di lanjutkan dengan program kerja lainya. Dan akhirnya malah menumpuk.

·         Pihak kampus lebih mementingkan pencitraan dari pada kualitas hal-hal yang ada di dalam kampus.

·         Program-program yang bagus yang di buat kampus tidak di tunjang oleh SDM yang mumpuni maupun berkualitas di dalamnya.

·         Kurangnya sumbangsih kampus terhadap lingkungan sekitar sehingga selalu ada permasalahan dengan warga sekitar dan itu disebabkan oleh sumbangsih kampus yang setengah-setengah bahkan kurang.

·         Mutu pegawai dan orang-orang di dalam kampus yang belum mencapai titik 100%.
·         Kesenjangan dalam pembangunan yang tidak merata dalam kampus.

·         KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang masih sering terjadi di birokrasi kampus maupun mahasiswa bila dilihat secara jeli dan detail.

·         Kampus masih belum mampu menyejahtrahkan orang-orang di dalamnya (dan itu membuat masih adanya permusuhan antar dosen, antar oknum-oknum di dalam birokrasi).

Beberapa daun kadang jatuh dan kadang tumbuh, sama seperti kampusku yang bisanya kadang terdapat permasalahan yang begitu kompleks dan ada juga prestasi yang di dapat lalu itu semua menjadi relatif. “tapi semoga permaslahan yang dari beberapa tahun yang lalu hingga permasalahan sekarang atau yang akan datang. Tidak Cuma menjadi arsip yang di taruh di lemari humas universitas trunojoyo madura. Kami harap semua menjadi pelajaran dan di perbaiki secara tuntas. Memang kalau ditanya mengenai kampus ini pesimisme saya lebih banyak dari pada optimisme, tetapi masak saya membagi pesimisme saya. Saya akan lebih mengembangkan sisi optimisme mengenai permaslahan ini demi kebaikan bersama.

Saturday, June 8, 2013

Kritik Semu Mengenai Guiness


Bir adalah salah satu minuman yang paling populer. Ribuan atau bahkan jutaan orang di dunia pernah meminumnya, dan bahkan beberapa orang yakin bahwa apa yang mereka lakukan benar. Banyak orang yang percaya bahwa bir memiliki banyak kandungan mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh dan dapat mempromosikan hidup menjadi lebih sehat.

Lantas, apa benar bir bisa dijadikan obat untuk meningkatkan kesehatan? Mari kita intip mitos dan fakta tentang bir dibawah ini agar tidak ada lagi pandangan yang keliru tentang minuman yang sebenarnya dapat merusak tubuh ini :


1.  Mitos : Bir adalah minuman alami yang bermanfaat. Beberapa orang yakin bahwa bir adalah minuman yang sangat berguna dan harus menjadi bagian dalam diet harian mereka. Beberpa orang beranggapan bahwa bir memiliki kandungan konsentrasi alkohol dalam jumlah kecil dan jika dikonsumsi dalam dosis wajar, mungkin dapat bermanfaat bagi kesehatan.


Fakta : Secara real, bir harus dianggap lebih berbahaya daripada anggur (wine) atau vodka, karena mengandung banyak komposit berbahaya yang diproses dari hasil fermentasi. Komposit ini beracun (biasanya fermentasi limbah) meliputi aldehida, minyak Fusel, metanol, eter dan sebagainya. Selain itu, kandungan alkohol dalam bir tidak selalu rendah dan kadang-kadang ada yang mencapai 14 persen.


2. Mitos: Bir tidak memiliki efek seperti alkohol yang bisa membuat orang kecanduan.


Fakta : Pecandu bir akan mengalami gangguan psikologis yang berat dan sering disertai dengan anosognosia atau membuat orang lepas kontrol dan sulit untuk menyingkirkan kebiasaan buruk tersebut. Tidak diperlukan waktu yang lama untuk seseorang jatuh pada ketergantungan secara psikologis akibat konsumsi bir. Jadi sebaiknya berhati-hati untuk mencoba minum ini.


3. Mitos : Bir bermanfaat untuk membantu orang beralih dari minum-minuman alkohol berat seperti vodka, wine dan wiski.


Fakta : Banyak orang telah tertipu dan menganggap bahwa konsumsi bir lebih baik ketimbang vodka atau wiski. Padahal, bir dan vodka sama-sama memiliki efek berbahaya.


4. Mitos : Bir berguna untuk otak kita. Bir mengandung silika, yang dapat mencegah atrofi otak, kesulitan berbicara dan masalah lainnya.


Fakta : Sebenarnya, alkohol menghancurkan sel-sel otak kita dan proses ini berlangsung sangat cepat pada remaja dan pemuda. Konsumsi bir biasa mempengaruhi kecerdasan manusia dan kemampuan belajar.


5. Mitos : Bir baik untuk jantung dan pembuluh darah


Fakta : Bir menyebabkan perubahan sangat berbahaya dalam bentuk fisik dan kerja jantung manusia dan seluruh sistem kardiovaskular. Bir mengandung sejumlah besar karbondioksida yang cepat masuk ke dalam darah dan menyebabkan masalah pembuluh darah, seperti varises.


6. Mitos : Bir memiliki rasa yang menyenangkan dan berguna untuk pencernaan kita.


Fakta : Studi menunjukkan bahwa minum bir terlalu banyak meningkatkan risiko seseorang menderita kanker usus besar. Selain itu, bir mengandung unsur seperti kobalt, yang dikenal karena sifatnya memicu peradangan di kerongkongan dan perut.


7. Mitos : Bir berguna karena memiliki banyak vitamin. Beberapa pecinta bir yakin bahwa dengan minum 1 liter bir sehari dapat memenuhi porsi harian dari semua unsur yang dibutuhkan dan vitamin.


Fakta : Sebenarnya, bir hampir tidak ada vitamin sama sekali. Selama proses pembuatan, semua vitamin yang awalnya ada akan hilang. Alhasil, 1 liter bir berisi hanya 0,005-0,15 mg tiamin dan riboflavin 0,3-1,3 mg.


8. Mitos :
Bir dapat meningkatkan fungsi seksual


Fakta : Alkohol selalu buruk bagi fungsi seksual, baik pada pria dan wanita. Alkohol menghambat produksi androgen dalam tubuh, yang secara substansial dapat menurunkan gairah seks. Selain itu, bir juga berisi beberapa zat beracun, termasuk komposit logam berat, yang dapat menyebabkan perubahan berbahaya dalam sistem endokrin.


9. Mitos : Bir berguna untuk sistem saraf kita karena memiliki efek menenangkan dan membantu untuk menghilangkan stres


Fakta : Bir mempengaruhi sistem saraf karena mengandung unsur psikoaktif tertentu, yang membuat bir bertindak sebagai minuman memabukkan berbahaya. Selain itu, bir memiliki sifat seperti obat penenang, yang mempengaruhi memori dan kerja sensorimotor.


10. Mitos : Bir ini baik untuk ginjal karena sifat diuretiknya


Fakta : Bir mencuci keluar protein, lemak, karbohidrat dan unsur-unsur penting yang baik untuk tubuh kita terutama potasium, magnesium dan vitamin C. Kekurangan kalium dapat menyebabkan tubuh mengalami perubahan irama jantung, kulit kering, nyeri di kaki. Sedangkan kekurangan magnesium memicu gangguan tidur, mudah marah dan gugup. Kekurangan vitamin C dalam tubuh juga menyebabkan masalah kekebalan, penurunan konsentrasi dan ketidakseimbangan mental.