Sempat ingat kapan terakhir kalinya daun berguguran di jalan raya
Separuh aspal berubah berwarna kuning dan mendung membuatku tergopoh-gopoh
Berangkat dengan akal sehat dan pulang dengan harapan
Alangkah kasihan anak-anak disuruh meminta-minta di perempatan jalan
Itu lain hal,
Sekali lagi kutegaskan bahwa hari ini tidak hujan
Panas sekali, sampai-sampai legam lengan ini
Waktu memang sebentar lagi sore
Aku tiba ditempat yang hanya orang-orang pengku berkumpul
Menuturkan banyak sekali kisah
Mendoakan bibit tanaman hidroponik
Membiasakan meminum kopi yang bercampur es batu
Diantara tiga pemuda
Dan beribu kejenuhan
Aku duduk dengan jarak yang cukup jauh
Kami saling kenal, hanya kenal kulit bawang
Satu hal yang membuatku heran, Azzah
Gadis dengan follower instagram 2 ribuan
Berbaju hitam dengan kulit langsat
Duduk tenang dan menceritakan harinya
Matanya bak delima
Jaket kuningnya cukup kontras
Naik matik dan memakai sendal jepit
Baru lulus dan sedang memupuk cita-cita
Aku tak kenal, ingin mengenal pun tidak
Sayangnya ada satu keganjilan diantara matanya
Ia menceritakan bahwa iya sempat bertamu kerumah seseorang
Saat itu, pemilik rumahnya nyeletuk Anak’e sopo iki kok ayu
Ia penuh pesona
Mungkin karena ibunya cantik dan itu nurunke anaknya
Walau ia tak suka menulis dan membaca
Itu wajar-wajar saja
Aku jadi membayangkan masa depannya
Memperkirakan jodohnya
Menerka-nerka kebiasaanya
Hingga mengikuti instagramnya
Rasa penasaranku tak begitu besar
Hanya sedikit menemukan keganjilan
Kadang tuhan maha adil
Sampai-sampai adilnya kelewatan
Azzah
Entah siapa nama panjangnya
Entah apa harapan orang tuanya
Entah bagaimana ia elok dan jelita
Entahlah
JBG, 23/MEI/2020
